Makna dari Bersin

bersinSaat musim flu datang, lomba bersin pun dimulai. Ya, bersin selalu dialami siapapun, entah itu terjadi di musim pancaroba, alergi debu, aroma yang menyengat atau kemasukan partikel lain yang membuat selaput lendir hidung gatal dan memaksanya mengeluarkan aliran udara tanpa kita sadari. Bersin memang sudah menjadi gejala natural tubuh kita. Namun tahukah Anda jika bersin bisa menentukan karakter dan personaliti setiap orang.

“Semua orang pasti pernah bersin, tentu saja dengan cara yang berbeda pada masing-masing orang. Nah cara bersin tersebut secara tak langsung menyiratkan personaliti kita, meskipun bersin adalah hal yang sederhana seperti menguap dan batuk,” ujar Patti A. Wood, seorang ahli bahasa tubuh yang menulis buku ‘Achoo IQ Study for Benadryl’.

Melalui survei dan penelitian, Wood mengelompokkan bersin menjadi empat kategori, yaitu: nice sneezer, “be right” sneezer, “get it done” sneezer dan enthusiastic sneezer.

Jika Anda selalu membuang muka saat bersin, itu artinya Anda masuk dalam kategori nice sneezer, yaitu individu yang memiliki kepribadian hangat, penolong, setia dan welas asih dengan sesama.

Atau Anda adalah orang yang selalu bersin dengan suara yang keras sekali? Wah, jika memang iya, itu artinya Anda masuk dalam kelompok “get it done” sneezers, yaitu tipe orang yang cekatan, cepat mengambil keputusan, tegas dan tanpa tedeng aling-aling, atau bisa dibilang pribadi yang tak pernah ragu dalam bertindak. Sosok personaliti seperti ini sangat sesuai dijadikan sebagai pimpinan.

Bagaimana jika Anda selalu menutup mulut dan hidung dengan selembar tisu ataupun sapu tangan saat bersin? Wood mengkategorikan tipe orang dengan perilaku seperti ini sebagai “be right” sneezers, tipe orang yang selalu mengutamakan kerapian, ketelitian, akurat dan individu yang memiliki pemikiran mendalam.

Kelompok terakhir adalah “enthusiastic” sneezers. Dalam kelompok ini Wood memasukkan orang-orang yang kerap menarik perhatian saat mereka bersin. Misalnya kakek Anda yang selalu bersin dengan gaya dan cara yang sering membuat Anda kaget dan ketakutan, atau bisa jadi teman kerja Anda yang selalu bersin sampai lima kali. Tipe orang yang masuk dalam kategori ini cenderung memiliki pribadi yang kharismatik, berjiwa sosial dan memiliki kemampuan memotivasi orang lain.

Apakah bersin itu diturunkan?

Tak hanya jenis rambut, sifat ataupun penyakit, cara kita bersin juga diturunkan dari orang tua kita. Menurut riset, perilaku bersin dan gaya bersin seseorang itu diturunkan sesuai gen dari generasi ke generasi.

“Ada pola khusus dan jelas bahwa bersin itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan genetika,” tambah Dr. Frederic Little, asisten professor bidang pengobatan di Universitas Boston.

Dalam studi yang dilakukan di Swedia, para peneliti mencari tahu hubungan antara sinar dan bersin. Mereka menemukan sekitar 20 persen populasi penderita sindrom genetik yang dikenal dengan autosomal dominant compelling helio-ophthalmic outburst syndrome yang membuat mereka bersin saat terkena cahaya yang menyilaukan pandangan mereka.

Bahayakah Menahan Bersin?

“Secara umum, menahan bersin tak berbahaya bagi kesehatan. Tapi jika Anda memang ingin bersin, jangan ditahan. Menahan bersin akan menahan tekanan dalam sinusitis dan pada beberapa orang bisa menimbulkan rasa pusing,” tambah Dr. Little.

Wood mengatakan wanita lebih suka menahan bersin dan melakukan hal itu sekitar 30 persen dari waktu mereka. Mereka cenderung menghentikan bersin dengan menutup hidung, entah itu dengan memencet hidung atau menutup lubang hidung dan mulut dengan tangan mereka.

Sebagian besar peneliti menyebutkan saat kita bersih, udara dipaksa keluar dengan kecepatan sekitar 100 mph, dan mengeluarkan sekitar 100 ribu bakteria ke udara dengan rata-rata jarak sejauh 2-3 yards (sekitar 2-3 meter).

Namun sedikit sekali orang yang menyadarinya, karena mereka cenderung lebih takut dengan kuman di gagang pegangan pintu, pegangan kereta dorong, telepon umum daripada partikel yang keluar saat kita bersin.

sumber

This entry was posted in Realitas Kehidupan. Bookmark the permalink.